Senin, 21 November 2016

Apa Itu Rush Money? Kenapa Tidak Boleh Terjadi di Indonesia?

Detij.com. Beberapa hari terakhir media massa dan jejaring sosial mengabarkan adanya gerakan "Rush Money" yang disuarakan oleh pihak-pihak tertentu untuk menekan pemerintah memenuhi tuntutannya, khususnya terkait dengan kasus pelecehan agama oleh Basuki Cahaya Purnama alias Ahok.

Apa itu Rush Money dan kenapa isu semacam itu mengancam keutuhan bangsa? simak paparan detij.com berikut ini.

Definisi dan Sejarah Rush Money

Rush Money adalah gerakan menarik uang yang ada di bank sebanyak-banyaknya dengan tujuan institusi keuangan kesulitan memenuhi permintaan uang kas yang tiba-tiba dan dalam jangka waktu yang bersamaan.

Akibatnya adalah munculnya ketidakstabilan perekonomian di dalam negeri yang bisa saja berimbas pada kekacauan politik, keamanan, dan pertahanan negara.

Krisis likuiditas akibat money rush
Krisis likuiditas akibat money rush
Motivasi gerakan penarikan uang besar-besaran ini biasanya dilatar belakangi oleh adanya kekecewaan sekelompok orang terhadap pemerintah.

Ketakutan akan ancaman krisis ekonomi dipercaya akan membuat pemerintah merubah kebijakannya dengan mempertimbangkan kepentingan eksistensi negara.

Bisa juga, faktor lainnya yaitu pihak asing atau spekulan pasar yang sengaja menyulutnya untuk menghancurkan perekonomian suatu negara sekaligus mengambil keuntungan ekonomi dari jatuhnya nilai mata uang.

Dalam terminologi ekonomi, Rush Money juga dikenal sebagai Bank Run. Dalam sejarahnya, gerakan ini pernah dipakai untuk mengancam perorangan maupun negara.

Sebagai contoh, pada tahun 1832 pemerintah Inggris pernah mengalami Rush Money yang didasari oleh konflik politis antar keluarga kerajaan.

Indonesia Pernah Mengalami Rush Money

Indonesia pernah mengalami rush pada 1997 saat banyak bank di Indonesia terpaksa ditutup setelah dinyatakan bangkrut, yang mengakibatkan kepanikan di masyarakat.

Rush tahun 1997 dilakukan masyarakat ketika terjadi ketidakstabilan ekonomi dan kondisi perbankan yang tidak sehat. 
Money Rush mengarahkan ke arah krisis ekonomi
Money Rush mengarahkan ke arah krisis ekonomi
Krisis moneter, inflasi, fluktuasi suku bunga dan ketidakstabilan keamanan dan politik negara mengakibatkan masyarakat pada saat itu khawatir menyimpan uangnya di bank sehingga memutuskan untuk menarik simpanan mereka dari bank.

Krisis ekonomi pula yang menyebabkan terlaksananya pergantian rezim pemerintahan dan menandai awal dari era reformasi.

Krisis keuangan jelas sangat merugikan banyak pihak. Tak ada seorang pun yang menginginkan peristiwa ini.

Mari kita ambil hikmah dari peristiwa krisis ekonomi tahun 1997/1998 dimana tak ada satu orang pun yang akan diuntungkan atas hancurnya perekonomian suatu negara. Pun sebagai warga negara yang baik, mari kita manfaatkan berbagai bentuk media sosial kita untuk kebaikan.